A. Pendahuluan
Manajemen tak ubahnya
sebagai suatu ilmu dan seni yang sudah sejak lama hidup dan berkembang dalam
masyarakat. Masyarakat sebagai ken object
atau lazimnya disebut sebagai objek kajian dalam manajemen tak lepas dari
aktivitas organisasi yang secara naluri merupakan suatu tuntutan mulia sebagai
makhluk sosial.
Dalam perkembangannya,
suatu manajemen yang umurnya sudah setua peradaban manusia memiliki jenis,
peran, dan fungsi masing-masing, satu diantaranya ialah manajemen kepemimpinan
yang erat kaitannya dengan manusia dalam kehidupan berorganisasi, dalam rangka membentuk
generasi yang memeiliki semangat juang dan etos kerja yang berkompeten dan
berkembang.
Setiap pribadi adalah
pemimpin, baik untuk dirinya ataupun orang lain. Peran pemimpin itu seniri
sangatlah penting karena suatu organisasi itu dikatakan maju dilihat dari
kualitas pemimpinnya, seperti apa dan bagaimana seorang pemimpn itu
merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan, dan mengawasi kinerja para
anggotanya. Namun, pada kenyataannya tidaklah banyak pemimpin yang seperti itu
pada saat ini. Mengingat kurangnya rasa peduli dan menumbuhnya rasa malu tampil
di muka umum meneyebabkan menipisnya variasi dalam setiap kualitas pemimpin.
Akibatnya, generasi saat ini cenderung pasif dan individualistis, cukup jarang
ditemukan bibit yang unggul. Sehingga dapat dikatakan bahwa kelangsungan
organisasi tersebut membutuhkan seorang pemimpin yang dapat menjalankan peran
dan fungsi dari kegiatan manajerialnya dengan baik.
Berdasarkan
latar belakang masalah, dapat dirumuskan beberapa masalah yang akan dibahas,
yaitu sebagai berikut.
1.
Apa saja peran dan fungsi manajemen
kepemimpinan pada kelangsungan organisasi?
2.
Bagaimana pengaruh seorang pemimpin
dalam suatu organisasi?
B. Landasan Teori
Pada hakikatnya,
kepemimpinan itu ialah sebagai bagian dari proses manajemen untuk membentuk
tujuan-tujuan organisasi, memotivasi perilaku ke arah pencapaian tujuan
tersebut demi kemakmuran dan kesejahteraan para anggota yang berada di bawahnya
dalam suatu ruang lingkup organisasi yang dipimpinnya. Oleh sebab itu, pengaruh
dari seorang pemimpin itu sangatlah bergantung pada perspektif
anggota-anggotanya, karena pada dasarnya seorang pemimpin itu ialah sebuah ikon
ataupun contoh bagi bawahannya. Mulai dari kebijakan yang ia ambil merupakan
titik tolak yang dapat mengukur seberapa jauh pengetahuan dan wawasan yang ia
miliki.
Seperti yang
kita ketahui, seorang pemimpin dalam organisasi itu memiliki wewenang yang
dominan dari anggotanya, keberhasilan sebuah organisasi ada pada upaya seorang
pemimpin itu sendiri bagaimana ia merencanakan, mengorganisasikan,
menggerakkan, dan mengawasi kinerja sekelompok orang tersebut dengan bantuan
berbagai sumber daya demi mencapai tujuan secara efektif, efisien, dan
inovatif. Di dalam buku Manajemen karya Stephen P. Robbins disebutkan beberapa
tujuan pengorganisasian, sebagai berikut.
a.
Membagi pekerjaan ke dalam tugas-tugas
dan departemen yang spesifik.
b.
Menugaskan pekerjaan dan tanggung jawab
yang terkait dengan pekerjaan individu.
c.
Mengoordinasikan beragam tugas
organisasi.
d.
Menghimpun berbagai pekerjaan ke dalam
unit-unit.
e.
Menjalin hubungan di antara individu,
kelompok, dan departemen.
f.
Membuat hierarki wewenang yang formal.
g.
Mengalokasikan dan menempatkan sumber
sumber daya organisasi.
1.
Konsep Manajemen Kepemimpinan
Pada hakikatnya,
kepemimpinan itu ialah sebagai bagian dari proses manajemen untuk membentuk
tujuan-tujuan organisasi, memotivasi perilaku ke arah pencapaian tujuan
tersebut demi kemakmuran dan kesejahteraan para anggota yang berada di bawahnya
dalam suatu ruang lingkup organisasi yang dipimpinnya.
Menurut sejarah, masa “kepemimpinan” muncul pada
abad 18. Ada beberapa pengertian kepemimpinan, antara lain.
a. Kepemimpinan adalah pengaruh antar
pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk
mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum, Weschler dan Nassarik,
1961:24).
b. Kepemimpinan
adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan
yang diinginkan. (Shared Goal, Hemhiel dan Coons, 1957:7).
c. Kepemimpinan
adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk
mencapai tujuan bersama (Rauch dan Behling, 1984:46)
d. Kepemimpinan
adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti kepemimpinan) pada kerjasama
dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan (Jacobs dan
Jacques, 1990:281).
Dari pengertian tersebut, cukup jelas bahwa
organisasi membutuhkan manajemen sekaligus kepemimpinan agar lebih efektif dan
efisien.
Kepemimpinan diperlukan untuk menciptakan
perubahan sedangkan manajemen diperlukan untuk menciptakan keteraturan, dimana
kita dapat terbantu untuk lebih cekatan dalam menerima setiap problematika yang
ada dan kita temui.
Manajemen bersama kepemimpinan dapat menciptakan perubahan yang
tertib, dan kepemimpinan bersama manajemen menjaga organisasi agar tetap
selaras dengan lingkungannya.
2. Fungsi
Manajemen Kepemimpinan
Dalam
hal ini, yang bertindak sebagai pemegang peranan dan fungsi manajemen ialah
seorang manajer atau pemimpin.
Henry
Fayol, seorang pengusaha Prancis, mengatakan bahwa setiap manajer menjalankan
empat buah fungsi, yakni sebagai berikut.
a. Perencanaan,
mendefinisikan sasaran-sasaran, menetapkan strategi, dan mengembangkan rencana
kerja untuk mengelola aktivitas-aktivitas.
b.
Penataan, menentukan apa yang harus
diselesaikan, bagaimana caranya, dan siapa yang akan mengerjakannya.
c.
Kepemimpinan, memotivasi, memimpin, dan
tindakan-tindakan lainnya yang melibatkan interaksi dengan orang-orang lain.
d.
Pengendalian, menegawasi
aktivitas-aktivitas demi memastikan segala sesuatunya terselesaikan sesuai
rencana.
3. Karakteristik
Seorang Pemimpin
Disamping itu,
terdapat pula pendekatan sistematis yang menganalisis tentang karakteristik
seorang pemimpin, dilihat dari aspek pribadi, psikologis, dan fisik. Para
peneliti berpikir bahwa karakteristik yang membedakan pemimpin dengan
nonpemimpin ialah dilihat dari intelegensinya, ketegasan, tinggi di atas rata
rata, kosakata yang baik, daya tarik, keyakinan diri, dan atribut atribut yang
serupa.
Selanjutnya, para peniliti kemudian
mulai menliti variabel-variabel lain, khususnya perilaku atau tindakan-tindakan
dari pemimpin, yakni sebagai berikut.
a.
Perilaku yang berpusat pada pekerjaan
Rensis Likert ( Ricky
W. Griffin , 2004:73) mengemukakan bahwa perilaku yang berpusat pada pekerjaan
ialah perilaku pemimpin yang memberi perhatian besar pada pekerjaan bawahan dan
prosedur-prosedur yang terkait dengan pekerjaan yang bersangkutan.
b.
Perilaku yang berpusat pada karyawan
Rensis Likert ( Ricky
W. Griffin , 2004:73) mengemukakan bahwa perilaku yang berpusat pada karyawan
ialah perilaku yang lebih tertarik pada membangun grup kerja yang padu dan
memastikan bahwa karyawan puas pada pekerjaan mereka.
Pembahasan
mengenai seluk beluk manajemen diatas kurang cukup apabila tanpa membicarakan
berbagai imbalan dan tantangan dalam menjadi seorang manajer. Karena para
manajer seringkali harus berhadapan dengan beraneka ragam karakter orang dan
juga dituntut untuk menyelesaikan tugas dengan sumber daya yang terbatas. Lebih
dari itu, memotivasi para pekerja di tengah situasi yang kacau dan penuh
ketidakpastian adalah tugas yang amat menantang.
Berikut
penjabaran yang lebih rinci mengenai imbalan dan tantangan seorang manajer
menurut Stephen P. Robbins dalam bukunya manajemen, yakni sebagai berikut.
1. Imbalan
a. Dapat menciptakan
lingkungan kerja dimana para anggota organisasi dapat memberikan kemampuan
terbaik mereka dalam bekerja.
b. Memiliki
kesempatan untuk berpikir kreatif dan berimajinasi.
c. Membantu
orang lian menemukan makna dan pencapaian di dalam kerja.
d.
Mendukung, mendidik, dan membina orang
lain.
e.
Bekerja dengan bermacam-macam orang.
f. Mendapatkan
pengakuan dan status di dalam organisasi maupun di dalam masyarakat.
g. Memegang
peranan dalam mempengaruhi pencapaian organisasi.
h. Mendapatkan
kompensasi yang layak dalam bentuk gaji, bonus, dan opsi saham.
i. Seorang
manajer yang baik selalu dibutuhkan oleh organisasi manapun.
2. Tantangan
a.
Harus bekerja keras.
b. Boleh
jadi harus lebih banyak mengemban tugas yang bersifat klerikal (administratif)
ketimbang manajerial.
c. Harus
berurusan dengan beraneka ragam karakter orang.
d. Seringkali
dituntut menyelesaikan tugas dengan sumber daya yang terbatas.
e. Memotivasi
para pekerja dalam situasi yang kacau dan penuh ketidakpastian.
f. Memadukan
pengetahuan, keahlian, ambisi, dan pengalaman dari beragam kelompok orang.
g. Keberhasilannya
bergantung pada kinerja orang lain.
Terlepas dari
uraian diatas, keberhasilan suatu organisasi tetap berada pada upaya bersama
dari orang-orang yang bermotivasi tinggi dan penuh semangat, yang bekerja
secara bahu-membahu agar sebuah organisasi mencapai sasarannya.
4.
Peran-peran Pemimpin
a.
The
Vision Role
Sebuah visi adalah pernyataan
yang secara relatif mendeskripsikan aspirasi atau arahan untuk masa depan
organisasi. Dengan kata lain sebuah pernyataan visi harus dapat menarik
perhatian tetapi tidak menimbulkan salah pemikiran.
Agar visi sesuai
dengan tujuan organisasi di masa mendatang, para pemimpin harus menyusun dan
manafsirkan tujuan-tujuan bagi individu dan unit-unit kerja.
b.
Peran
Pemimpin dalam Pengendalian dan Hubungan Organisasional
Tindakan
manajemen para pemimpin organisasi dalam mengendalikan organisasi meliputi.
1.
mengelola harta milik atau aset organisasi.
2. mengendalikan kualitas
kepemimpinan
dan kinerja organisasi;
3.
menumbuhkembangkan
serta mengendalikan situasi maupun kondisi kondusif yang berkenaan dengan
keberadaan hubungan dalam organisasi.
Dan peran pengendalian serta
pemelihara / pengendali hubungan dalam organisasi merupakan pekerjaan
kepemimpinan yang berat bagi pemimpin. Oleh sebab itu diperlukan pengetahuan,
seni dan keahlian untuk melaksanakan kepemimpinan yang efektif.
Ruang lingkup peran pengendali
organiasasi yang melekat pada pemimpin meliputi pengendalian pada perumusan
pendefinisian masalah dan pemecahannya,pengendalian,pendelegasian
wewenang, pengendalian uraian kerja dan
manajemen konflik.
Ruang
lingkup peran hubungan yang melekat pada pemimpin meliputi peran pemimpin dalam
pembentukan dan pembinaan tim-tim kerja; pengelolaan tata kepegawaian yang
berguna untuk pencapaian tujuan organisasi; pembukaan, pembinaan dan
pengendalian hubungan eksternal dan internal organisasi serta perwakilan bagi
organisasinya.
c.
Peran
Membangkitkan Semangat
Salah satu peran yang harus
dijalankan oleh seorang pemimpin yaitu peran membangitkan semangat. Peran ini
dapat dijalankan dengan cara memberikan
pujian dan dukungan. Pujian dapat diberikan melalui penghargaan dan insentif.
Penghargaan merupakan bentuk pujian yang tidak berbentuk uang, sementara
insentif adalah pujian yang berbentuk uang atau benda yang dapat
dikuantifikasi. Pemberian insentif hendaknya didasarkan pada aturan yang telah
disepakati bersama dan transparan. Insentif akan efektif dalam peningkatan
semangat kerja jika diberikan secara tepat, artinya sesuai tingkat kebutuhan
karyawan yang diberi insentif, dan disampaikan oleh pimpinan tertinggi dalam organisasi,
serta diberikan dalam suatu “event” khusus.
Peran
membangkitkan semangat kerja dalam bentuk memberikan dukungan, bisa dilakukan
melalui kata-kata, baik langsung maupun tidak langsung, dalam kalimat-kalimat
yang sugestif. Dukungan juga dapat diberikan dalam bentuk peningkatan atau
penambahan sarana kerja, penambahan staf yag berkualitas, perbaikan lingkungan
kerja, dan semacamnya.
d.
Peran Menyampaikan Informasi
Informasi
merupakan jantung kualitas perusahaan atau organisasi; artinya walaupun produk
dan layanan purna jual perusahaan tersebut bagus, tetapi jika komunikasi
internal dan eksternalnya tidak bagus, maka perusahaan itu tidak akan bertahan
lama karena tidak akan dikenal masyarakat dan koordinasi kerja di dalamnya
jelek. Penyampaian atau penyebaran informasi harus dirancang sedemikian rupa
sehingga informasi benar-benar sampai kepada komunikan yang dituju dan
memberikan manfaat yang diharapkan. Informasi yang disebarkan harus secara
terus-menerus dimonitor agar diketahui dampak internal maupun eksternalnya.
5.
Konsep Organisasi
Secara umum,
pengertian organisasi ialah suatu wadah dimana didalamnya terdapat seorang
pemimpin dan beberapa anggota yang memiliki visi dan misi yang jelas guna
mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien demi kemajuan organisasinya.
Kemajuan organisasi itu sendiri bergantung pada aktivitas dan kualitas pemimpin
yang dapat diandalkan.
6.
Model dan Desain Organisasi
Dalam buku yang sama, berdasarkan penjelasan dari tujuan
tersebut muncul enam elemen yang tertuang sebagai proses pengambilan keputusan,
yaitu : spesialisasi kerja, departementalisasi, rantai komando, rentang
kendali, sentralisasi dan desentralisasi, dan formalisasi.
Selain itu, organisasi juga memilik
model dan desain, yaitu.
a.
Organisasi mekanistik, merupakan
struktur yang kaku dan terkontrol ketat yang dicirikan dengan spesialisasi yang
tinggi, departementalisasi yang kaku, rentang pengendalian yang sempit,
formalisasi yang tinggi, jaringan informasi yan terbatas (biasanya komunikasi
atas-bawah), dan sedikitnya partisipasi dalam pengambilan keputusan oleh para
pekerja level bawah.
b.
Organisasi organik, yaitu suatu struktur
yang amat adaptif dan fleksibel.
7. Esensi
dari Pengendalian dalam Organisasi
Menurut Stephen P.
Robbins dalam bukunya Manajemen, pengendalian menyediakan berbagai cara bagi
organisasi untuk beradaptasi dengan
perubahan-perubahan lingkungan, untuk membatasi akumulasi kesalahan, untuk
mengatasi kompleksitas organisasi, dan untuk meminimisasi biaya. Keempat fungsi
pengendalian tersebut penting untuk dibahas secara lebih mendetail.
a.
Beradaptasi dengan Perubahan Lingkungan
Dalam lingkungan
bisnis yang kompleks dan bergejolak dewasa ini, semua organisasi harus
berhadapan dengan perubahan.
Bergantung pada diri masing masing
pemimpinnya dalam memecahkan suatu permasalahan dalam suatu perubahan, harus
pintar menempatkan diri agar mampu diterima di segala aspek.
b.
Membatasi Akumulasi Kesalahan
Kesalahan-kesalahan dan
kecerobohan-kecerobohan kecil biasanya tidak menimbulkan kerusakan serius
terhadap kesehatan keuanganan sebuah organisasi. Namun, dari waktu ke waktu,
kesalahan kecil bisa terakumulasi dan menjadi sangat serius. Untuk itu, segala
bentuk kesalahan baiknya diakomodir dengan baik dan segera mengambil
peneyelesaiannya.
c.
Mengatasi Kompleksitas Organisasi
Memerlukan
system yang canggih untuk menegakkan penegndalian yang memadai dalam sebuah
organisasi, mislanya produksi di perusahaan.
d.
Meminimalisasi Biaya
Jika dipraktekan
secara efektif, pengendalian dapat membantu mengurangi biaya dan meningkatkan
output.
8.
Pengaruh
Seorang Pemimpin dalam Suatu Organisasi
Drath (2001) memberikan satu
kritik yang menarik mengenai teori leadership, dominansi diri (teori trait dan kepemimpinan
yang karismatik) dan pengaruh interpersonal (kepemimpinan transformatif, kepemimpinan
transaksional dan teori kontingensi).
Pengaruh dari
seorang pemimpin itu sangatlah bergantung pada perspektif anggota-anggotanya,
karena pada dasarnya seorang pemimpin itu ialah sebuah ikon ataupun contoh bagi
bawahannya. Mulai dari kebijakan yang ia ambil merupakan titik tolak yang dapat
mengukur seberapa jauh pengetahuan dan wawasan yang ia miliki.
Seorang pemimpin
itu memiliki wewenang yang dominan dari anggotanya, keberhasilan sebuah
organisasi ada pada upaya seorang pemimpin itu sendiri bagaimana ia
merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan, dan mengawasi kinerja sekelompok
orang tersebut dengan bantuan berbagai sumber daya demi mencapai tujuan secara
efektif, efisien, dan inovatif.
Teori konsep
diri sendiri menekankan internalisasi nilai, identifikasi sosial dan pengaruh
pimpinan terhadap kemampuan diri dengan hanya memberi peran yang sedikit
terhadap identifikasi pribadi. Pada sisi lain, penjelasan psikoanalitis tentang
karisma memberikan kejelasan kepada kita bahwa pengaruh dari pemimpin berasal
dari identifikasi pribadi dengan pemimpin tersebut.
C. Kesimpulan
Berdasarkan
penjelasan yang telah diuraikan sebelumnya, cukup jelas bahwa manajemen
merupakan bagian integral dari kepemimpinan, dimana keduanya memiliki hubungan
yang saling bertaut dari segi substansi dan praktiknya, karena ketika kita
membicarakan tentang kepepimpinan pasti tak akan lepas dengan kegiatan
manajerialnya. Dalam hubungan organisasi berikut kelangsungannya, manajemen
juga merupakan istilah yang identik dengan kepemimpinan, sebab pada hakikatnya
peranan yang diemban oleh seorang pemimpin itu tak jauh dari manajemen yang
sangat membantu kelangsungan dan
kelancaran demi kemajuan serta kesejahteraan anggotanya dalam suatu organisasi
tersebut sesuai asas dan fungsi dari manajemen itu sendiri, yakni mampu
merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan, dan mengawasi kinerja para anggota-anggota
dengan berbagai bantuan sumber-sumber daya yang tersedia secara efektif, efisien,
dan inovatif. Kendati demikian, keberhasilan sebuah organisasi itu juga tetap
melekat pada kualitas para anggotanya yang memiliki kepentingan untuk
berkontribusi secara proporsional, memiliki motivasi untuk mengembangkan dan
mewujudkan visi misi organisasi itu sendiri
dalam mencapai tujuan bersama.
D. Daftar Pustaka
Griffin, Ricky
W.2004. Manajemen.
Jakarta
: Erlangga.
Robbins, Stephen P dan Mary Coulter.
2010.Manajemen
Jilid 1.Jakarta :
Erlangga
Robbins, Stephen P dan Mary
Coulter.2010.Manajemen Jilid 2.
Jakarta
: Erlangga
Thohiron, Dion.2012.Definisi
Kepemimpinan[online].Tersedia
:
Winarto.2007.Teori
Kepemimpinan